Dahulu kala…
Ada seorang raja yang mempunyai 4 isteri.
Raja ini sangat mencintai isteri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang isteri.
Dia juga sangat memuja isteri ketiganya dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, isteri ketiganya ini akan meninggalkannya.
Sang raja juga menyayangi isteri keduanya. Karena isterinya yang satu ini merupakan tempat curahan hatinya, yang akan selalu ramah, peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat sang raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada isteri ketiga karena dia bisa membantunya melalui masa-masa sulit itu.
Isteri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam pemeliharaan kekayaannya maupun untuk kerajaannya. Akan tetapi, si raja tidak peduli terhadap isteri pertamanya ini meskipun sang isteri begitu mencintainya, tetap saja sulit bagi sang raja untuk memperhatikan isterinya itu.
Continue Reading »
Posted in Cuci Hati | Tagged harta, iman, istri, kematian, raja, tahta | Leave a Comment »
Pagi itu seperti biasa saya berangkat pagi setelah subuh dari rumah, ke tempat penyimpanan motor di bilangan gatsu, walau sering terlambat, kali ini saya datang labih awal ketempat menunggu bis antar jemput yang membawa saya ke kantor, saya menyukai naik bus jemputan karena lelah berkendara dari depok-cikarang. Tidak tahan kemacetan kota.
Seperti biasa saya duduk bersama rekan rekan sambil menunggu jemputan. Tetapi karena saya datang lebih awal, munculah seorang bocah lelaki yang seperti biasa menawarkan Koran kepada semua penduduk shelter.
” Koran, Koran, Kompas, Media, tempo, republika, warta kota” begitu teriak bocah laki-laki tersebut menawarkan Koran kepada kami. “Koran bang” dia menawari ku untuk membeli Koran. “seperti biasa kompas satu” kataku meminta Koran yang biasa kubaca setiap pagi.
Tangan mungilnya dengan cekatan memilih Koran yang kuminta diantara tumpukan Koran dagangannya.
Continue Reading »
Posted in Cuci Pikiran | Tagged honor, koran, sarjana, umr | Leave a Comment »
Ketika aku sudah tua, tidak seperti aku yang semula
Pahamilah aku, berilah sedikit kesabaran padaku
Ketika aku menumpahkan kuah sayur ke atas pakaianku
Ketika aku lupa bagaimana mengikat tali sepatu
Ingatlah waktu kau kecil, bagaimana aku menuntun tanganmu
Ingatlah sewaktu aku mengajarimu
Ketika aku mengulangi kata yang sudah sering kau dengar
Bersabarlah mendengarkan aku, janganlah memotong pembicaraanku
Ketika kau kecil, aku terpaksa mengulangi cerita yang sama
Untuk mengantarmu masuk ke alam mimpi
Ketika aku butuh bantuanmu untuk memandikanku, janganlah menegurku
Ingatkah ketika kau kecil, bagaimana aku selalu berusaha menyuruhmu mandi?
Ketika aku tidak paham tentang hal-hal baru, janganlah tertawakan aku
Ingatlah ketika kau kecil bagaimana dengan sabar aku menjawab setiap “Mengapa” yang kau tanya
Ketika aku tidak mampu lagi berjalan lantaran kepenatan kedua kakiku
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk menopangku
Sebagaimana aku menopangmu saat kau sedang belajar berjalan
Continue Reading »
Posted in Cuci Hati | Tagged anak, kehidupan, tua | Leave a Comment »
Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan. Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah
tersebut. “Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama
lebih bahagia…..”
Continue Reading »
Posted in Cuci Hati | Tagged istri, pasangan, suami, suami istri | Leave a Comment »